As I grow to understand life less and less,I learn to love it more and more...

Kamis, 20 Juni 2013

deja vu

Rintik gerimis menyambut ketika aku memasuki kota itu. Seketika hatiku bertanya, kenapa harus gerimis? Aku suka dengan gerimis ataupun hujan, tapi jujur hari itu aku tak ingin hujan turun. Sekalipun hujan tak turun, aku sadar bahwa kenangan itu memang selalu menyeruak liar memenuhi pikiran.

Berdiri di tempat ini, semacam memutar kembali rekam jejakmu yang pernah kamu torehkan disini, hati.Menyusuri alun-alun Jogja, benteng Vredeburg dan Malioboro. Tempat itu masih sama, tak ada yang berubah, namun aku merasa ada perasaan yang berbeda yang aku rasakan. Pernah merasa bahagia sekaligus sedih di saat yang bersamaan? itulah yang aku rasakan. Aku bahagia bisa kembali menginjakkan kakiku lagi di tempat ini. Seketika ada rindu hebat yang berdesir, perlahan tapi pasti, semakin besar dan membuncah hingga air mata pun tumpah, pecah.

Kau tahu? Setiap hujan turun dan menyentuh tubuhku, aku merasa teduh dan lebih hidup
Kau tahu? Setiap hujan turun, suara hatiku berteriak lantang memanggil namamu diantara derasnya suara rinai hujan. Tidak kah kau mendengarnya? 
Kau tahu? Setiap hujan turun, aku selalu melantunkan namamu lirih dan menitipkan beribu rindu dan harapanku ku pada hujan agar sampai ke tempatmu.
Kau tahu? Setiap hujan turun, aku selalu membayangkan kau datang dan mengajakku menari bersama hujan
Kau tahu? Aku masih berharap kelak kita menyusuri Malioboro dalam teduhnya hujan lagi

dan apa kau tahu? Aku masih mencintaimu diam-diam dengan dalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar