As I grow to understand life less and less,I learn to love it more and more...

Sabtu, 16 Maret 2013

ketika hanya mampu mencintai diam-diam

beberapa orang menyukai teka-teki, seperti memilih tidak menyatakan cinta pada orang yang sebenarnya sangat ia cintai. mungkin karena takut untuk menerima jawaban yang mungkin akan mengecewakan, karena tidak tahu bagaimana cara menyampaikan atau karena memang ada hati yang harus dijaga agar tidak terluka
dan karena alasan-alasan itulah aku memilih untuk mencintaimu diam-diam. bukan tidak ingin memperjuangkan tapi memang barangkali memang sang waktu tidaklah tepat. atau cinta memang datang tak mengenal waktu? entahlah…
mencintai diam-diam dengan dalam-dalam terkadang menyakitkan, hanya mampu memandang dari kejauhan tanpa bisa menyentuh dan ketika rindu datang menyergap tetap saja yang mampu dilakukan pada akhirnya adalah memendam. 
terkadang logika berkata padaku agar aku menyerah, kalau memang sakit mengapa terus dipaksakan? tapi hati berkata lain, ia terus berbisik untuk tidak menyerah meski terkadang mencintaimu terasa lelah dan susah payah.
pada akhirnya, yang mampu kulakukan sejauh ini hanyalah memendam dan tetap mencintaimu diam-diam. aku dan kamu menjadi “kita” adalah sebuah mimpi yang bisa menjadi kenyataan atau hanya sebatas mimpi terindah yang memang harus terkubur oleh pahitnya realita dan cukup kupandang dari kejauhan dan kunikmati saat aku terlelap
maaf, jika hanya bisa memperjuangkanmu melalui setangkup doa. untuk luka dan sakit yang aku rasakan, tenanglah, aku percaya kelak akan tergantikan oleh bahagia. dan untuk “kita” serahkan saja pada sang waktu dan Dia.

kepada kenangan

Kepada kenangan…
Kau tak ubahnya seperti koin yang memiliki dua sisi. Senyuman dan tangis. Entah sudah berapa jumlah senyum dan tangis yang kau beri pada setiap langkah hidupku. Setiap apa yang ku lakukan, kemana ku pergi, dan dengan siapa aku melewati hari ini esoknya akan menjelma menjadi dirimu.  Aku tersenyum bisa memilikimu dalam hidupku. Iya, penawar rindu, aku bisa sejenak mengingat masa silam yang sangat aku rindukan untuk aku ulangi lagi. Tentangmu, tak hanya tentang senyum, tapi juga tangis. Terkadang kau sungguh liar, memaksaku untuk terus mengingatmu hingga tetesan air mataku tumpah, pecah.
Kepada kenangan…
Kau tahu, adalah pemujamu yang hebat. Tapi hari ini, aku mohon izinkanlah aku untuk memasukkanmu dalam sebuah kotak yang aku sebut dengan masa depan dan menguncimu dengan apa yang aku sebut keikhlasan dan harapan….

Rabu, 13 Maret 2013

Jogja, hujan dan sepotong kenangan

jogja selalu menghadirkan cerita tersendiri, begitupun dengan hujan. seperti ketika sore itu, ketika rinai hujan mampu menghadirkan sepotong cerita antara aku dan kamu. kamu, seseorang yang baru saja ku kenal yang pada akhirnya turut memberi cerita dan kenangan yang berkesan dalam ingatan. sejenak aku mengingat kembali sore itu, saat aku dan kamu sedang asyik menikmati suasana sore malioboro dan tiba-tiba hujan mengguyur dengan derasnya. kita pun berlari mencari tempat berteduh hingga akhirnya kita menikmati hujan sore itu dalam becak. kamu tahu? sepanjang perjalanan, aku hanya bisa terdiam mengamati hujan sambil tersenyum dalam hati. ah, jogja dan hujan sore itu benar-benar mampu membuatku terpaku.
aku selalu suka hujan, bagiku hujan itu meneduhkan dan menyejukkan. tapi di hari itu entah kenapa sore itu hujan yang turun terasa berbeda. ketika tetesan hujan turun, semacam ada rasa yang menyeruak dari dalam hati. ada debar di setiap detik yang aku lewati. could it be love?


Kamu

kamu adalah seberkas cahaya yang menerangi sudut gelap hatiku
kamu adalah apa yang selalu aku sebut dalam setangkup doaku
kamu adalah sepenggal nama yang aku amankan dalam aminku
kamu adalah tetesan embun yang jatuh dari pelupuk mataku
kamu adalah sebuah lengkungan manis yang menghiasi pipiku
kamu adalah alasan kenapa aku ingin pulang ketika rindu menyergapku
kamu adalah sebuah asa yang dihadirkan oleh rasa
kamu adalah inspirasi dari segala cerita di buku harianku
kamu… semacam pribadi yang entah mengapa selalu aku angankan, inginkan, dan yang aku mau ada disitu

Dandellion


seperti dandelion…
tampak rapuh tapi sebenarnya kuat
dengan tangkai kecilnya ia mampu menahan terpaan angin
ketika bunga sedang merekah dengan indahnya, sang angin menghempasnya
bunga-bunga kecilnya pun mengikuti aliran angin, membawanya ke tempat baru dan ia akan tumbuh lagi
terhempas, terlepas, namun terlihat indah karena ia mengikhlaskan bagian dari dirinya untuk menjadi sesuatu yang baru, merelakan setiap kehilangan yang nantinya akan tergantikan….