beberapa orang menyukai teka-teki, seperti memilih tidak menyatakan
cinta pada orang yang sebenarnya sangat ia cintai. mungkin karena takut
untuk menerima jawaban yang mungkin akan mengecewakan, karena tidak tahu
bagaimana cara menyampaikan atau karena memang ada hati yang harus
dijaga agar tidak terluka
dan karena alasan-alasan itulah aku memilih untuk mencintaimu
diam-diam. bukan tidak ingin memperjuangkan tapi memang barangkali
memang sang waktu tidaklah tepat. atau cinta memang datang tak mengenal
waktu? entahlah…
mencintai diam-diam dengan dalam-dalam terkadang menyakitkan, hanya
mampu memandang dari kejauhan tanpa bisa menyentuh dan ketika rindu
datang menyergap tetap saja yang mampu dilakukan pada akhirnya adalah
memendam.
terkadang logika berkata padaku agar aku menyerah, kalau memang sakit
mengapa terus dipaksakan? tapi hati berkata lain, ia terus berbisik
untuk tidak menyerah meski terkadang mencintaimu terasa lelah dan susah
payah.
pada akhirnya, yang mampu kulakukan sejauh ini hanyalah memendam dan
tetap mencintaimu diam-diam. aku dan kamu menjadi “kita” adalah sebuah
mimpi yang bisa menjadi kenyataan atau hanya sebatas mimpi terindah yang
memang harus terkubur oleh pahitnya realita dan cukup kupandang dari
kejauhan dan kunikmati saat aku terlelap
maaf, jika hanya bisa memperjuangkanmu melalui setangkup doa. untuk
luka dan sakit yang aku rasakan, tenanglah, aku percaya kelak akan
tergantikan oleh bahagia. dan untuk “kita” serahkan saja pada sang waktu
dan Dia.


