Kepada kenangan…
Kau tak ubahnya seperti koin yang memiliki dua sisi. Senyuman dan
tangis. Entah sudah berapa jumlah senyum dan tangis yang kau beri pada
setiap langkah hidupku. Setiap apa yang ku lakukan, kemana ku pergi, dan
dengan siapa aku melewati hari ini esoknya akan menjelma menjadi
dirimu. Aku tersenyum bisa memilikimu dalam hidupku. Iya, penawar
rindu, aku bisa sejenak mengingat masa silam yang sangat aku rindukan
untuk aku ulangi lagi. Tentangmu, tak hanya tentang senyum, tapi juga
tangis. Terkadang kau sungguh liar, memaksaku untuk terus mengingatmu
hingga tetesan air mataku tumpah, pecah.
Kepada kenangan…
Kau tahu, adalah pemujamu yang hebat. Tapi hari ini, aku mohon
izinkanlah aku untuk memasukkanmu dalam sebuah kotak yang aku sebut
dengan masa depan dan menguncimu dengan apa yang aku sebut keikhlasan
dan harapan….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar